Postingan

Sebelum Rasm Utsmānī: Proyek Abū Bakar, Mushaf Sahabi, dan Mushaf Ṣanʿāʾ I

Gambar
  Tiga Tahap Pengumpulan Bentuk Tertulis al-Qurʾān   Rasm Utsmani dapat dikatakan sebagai hasil dari kerja kolektif ulama umat Islam generasi pertama. Tahap awal kerja tersebut berlangsung di bawah bimbingan Rasulullah secara langsung, lalu dua tahap setelahnya berlangsung di bawah bimbingan para sahabat utama yang menjadi khalifah beliau. Dapat pula dikatakan bahwa tokoh terpenting dalam proses pelaksanaannya adalah Zaid bin Tsabit. Beliau sudah menjadi penulis wahyu sejak masa Rasulullah, lalu menjadi pelaksana kompilasi mushaf pada masa Abū Bakar, dan akhirnya turut menjadi tim inti dalam standarisasi mushaf pada masa Utsmān bin Affān.  Ketiga tahap penulisan wahyu tersebut bisa dikatakan sebagai tiga tahapan pembentukan rasm - yang nantinya akan disebut rasm Utsmani. Pada masa Rasulullah, diriwayatkan bahwa setiap Nabi menerima wahyu baru, ia akan memanggil Zaid dan memintanya datang bersiap dengan alat tulisanya. Namun ini tidak berarti bentuk rasm yang digunak...

Mazhab Tafsīr Naisabur: Episode Hilang dalam Historiografi Tafsīr Moderen (?)

Gambar
Salah satu sumbangan penting Walid Saleh adalah upayanya untuk mengekskavasi poin-poin penting dalam sejarah tafsīr yang terkubur oleh historiografi tafsīr modern, baik yang populer di kalangan Muslim modern maupun di akademia Barat. Penekanan Saleh terhadap posisi sentral yang dimainkan sekelompok ulama yang ia sebut ‘mazhab Naisabur’, menjadi bagian dari kulminasi sumbangsihnya itu. Walid Saleh menekankan bahwa mazhab ini memiliki pengaruh besar yang menyebabkan perlunya kajian ulang terhadap sejarah literatur tafsir Islam abad pertengahan, yang selama ini hanya didasarkan pada katalog karya tafsir cetak abad ke-19 dan ke-20, bukan pada manuskrip asli yang masih ada. Dalam rekonstruksi Saleh, istilah Mazhab tafsīr Naisabur (Nishapuri School) merujuk kepada tradisi tafsīr yang berkembang di sekitar pemikiran tiga ulama besar abad ke-11 di kota tersebut. Menurut penilaian Saleh, tradisi ini berhasil membawa perubahan besar dalam genre tafsir Al-Qur’an dan ilmu-ilmu Al-Qur’an secara umu...

Asal-Muasal Aksara Arab dan Maklumat Mendasar Ilmu Rasm

Gambar
Seperti bisa dibaca pada tulisan dengan font Hijāzī di ‘thumbnail’ postingan ini, seri ini bernama Al-Muyassar Fī ʿilmi Rasmi Al-Muṣḥafi Wa Ḍabṭihi .  Nama ini saya ambil dari judul buku Dr. Ganim Qadduri. Buku tersebutlah yang menjadi sumber dan dasar dari semua postingan di seri ini. Karena sudah maklum, saya tidak akan menuliskan referensi kecuali jika ada informasi penting dari sumber lain. Bagi yang ingin mengetahui lebih detail, silakan merujuk ke buku tersebut. Aksara Arab pada masa Nabi dan Sahabat Sebelum datangnya Islam, orang-orang Arab mengenal dua macam sistem aksara, yakni sistem aksara al-musnad dan Ḥijāzi. Al-Musnad dikenal juga sebagai sistem aksara Arab Utara yang digunakan oleh penduduk Yaman di masa lalu. Sementara aksara Ḥijāzī adalah aksara yang digunakan di Arab Selatan. Sistem aksara Ḥijāzi inilah yang nantinya digunakan untuk menuliskan al-qurʾān pada masa Nabi dan para sahabat, termasuk standarisasi yang dilakukan oleh Utsman b. Affān. Dalam tradisi kesarj...

Mengenal Klasifikasi Gaya Penulisan Manuskrip al-Qurʾān Pada Empat Abad Pertama Hijriyah

Gambar
Mushaf-mushaf tua yang masih berupa manuskrip (tulisan tangan) menampilkan berbagai gaya tulisan yang mencerminkan perkembangan temporal dan regional khat Arab yang digunakan dalam transmisi tertulis al-Qurʾān. Berikut ini adalah uraian beberapa gaya utama yang ditemukan dalam manuskrip-manuskrip awal tersebut. Klasifikasi ini dikembangkan oleh para peneliti manuskrip mushaf di Barat khususnya François Déroche lewat bukunya bertajuk The Abbasid Tradition dan The Quran of The Ummayyads; jugai Alain Geroge dalam bukunya The Rise of Islamic Calligraphy. Penjelasan berikut merupakan ‘syarah’ dan terjemahan dari slide singkat tentang Paleografi al-Qurʾān yang disiapkan oleh Marijn van Putten.  Saya akan menuliskan ini  berdasarkan urutan kronologis gaya-gaya penulisan tersebut. Meskipun penting untuk diingat bahwa secara kronologis, terdapat tumpang tindih, jadi tidak dapat juga dipahami bahwa urutan perkembangan ini mencerminkan kronologi yang ketat. Kebanyakan contoh manuskrip ya...